Tuesday, November 29, 2022

Abdya Bumi Breuh Sigupai

Masjid Agung Baitul Ghafur Aceh Barat Daya
 

Aceh Barat Daya (Abdya) merupakan salah satu dari 23 kabupaten yang ada di Provinsi Aceh. Terletak di bagian pantai barat selatan Provinsi Aceh dan Blangpidie sebagai ibukotanya. Abdya memiliki 9 kecamatan, yang terluas yaitu kecamatan “Babahrot”, dimana nama kecamatan tersebut berasal dari Bahasa Aceh yang secara harfiah dapat didefinisikan sebagai “Pintu Masuk”. Hal ini sesuai dengan letak geografisnya yaitu sebagai gerbang masuk kabupaten Abdya dari arah barat ke selatan. Selain itu, Abdya juga menyandang julukan “Bumi Breuh Sigupai”, karena Breuh Sigupai (Beras Sigupai) merupakan varietas lokal sekaligus menjadi ikon daerah yang dihasilkan oleh kabupaten ini. Namun demikian, saat ini keberadaan Beras Sigupai yang memiliki rasa  khas dan harum ini semakin sulit ditemui di Abdya. Hal ini disebabkan semakin sedikit petani yang menanamnya, karena perawatan yang sulit dan harga produksi beras sigupai yang mahal, sehingga sulit dipasarkan kepada masyarakat lokal.

Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, pada tahun 2021 luas panen Abdya yaitu 13.383,10 ha meningkat sebesar 11,02 persen dibandingkan tahun 2020. Hal ini diikuti oleh peningkatan produksi padi sebanyak 73.020,49 ton dan beras 41.849,14 ton, dimana peningkatannya sama-sama sebesar 6,10 persen. Peningkatan tersebut tentunya merupakan angin segar bagi pemerintah Abdya karena dapat memenuhi ketersediaan pangan masyarakat. Seperti yang kita ketahui, beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat Indonesia sebagai sumber energi dan karbohidrat, tidak terkecuali masyarakat Abdya. Tanaman padi sendiri memiliki manfaat lainnya selain sebagai makanan pokok, yaitu Jerami Padi dapat dijadikan pakan ternak dan Sekam Padi sebagai pupuk  dan media tanam.

Sayangnya, peningkatan luas panen, padi dan beras ini tidak dapat menutupi kelangkaan Beras Sigupai di Abdya. Hal ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk kembali melestarikan dan mengangkat kembali ikon daerah yaitu Beras Sigupai. Penerapannya bisa melalui sosialisasi dan edukasi kepada para petani, sehingga jangan sampai Beras Sigupai hanya tinggal kenangan. Karena keberadaan Beras Sigupai ini selain dijadikan makanan pokok juga dapat dijadikan buah tangan khas Abdya. Selain itu, juga dapat mengharumkan nama Abdya ketika varietas lokalnya unggul dan dikenal hingga ke level nasional maupun internasional. 


"WE TRAVEL BECAUSE DISTANCE AND 

DIFFERENCE ARE THE SECRET TONIC OF CREATIVITY. 

WHEN WE GET HOME, HOME IS STILL THE SAME. 

BUT SOMETHING INSIDE OUR MINDS HAS CHANGED, 

AND THAT CHANGES EVERYTHING."

-JONAH LEHRER-

 

MY LIFE STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang