Monday, April 9, 2018

[Part 1] Empat Binatang yang Disebutkan dalam AL Quran: NYAMUK

source: pinterest


Sebagaimana yang telah disebutkan, dalam banyak ayat Al Quran Allah memerintahkan manusia untuk memperhatikan alam dan melihat “tanda-tanda” di dalamnya. Semua makhluk hidup dan tak hidup di alam semesta diliputi oleh tanda-tanda yang menunjukkan bahwa mereka semua “diciptakan”, bahwa mereka menunjukkan kekuasaan, ilmu, dan seni dari “Pencipta” mereka. Manusia bertanggung jawab untuk mengenali tanda-tanda ini dengan menggunakan akal budinya, untuk memuliakan Allah.
Walau semua makhluk hidup memiliki tanda-tanda ini, beberapa tanda dirujuk Allah secara khusus dalam Al Quran. Nyamuk adalah salah satunya. Di surat Al Baqarah ayat 26, nyamuk disebutkan:

“Sesungguhnya, Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan, “Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?” Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.”(Al Bagarah, ayat 26)

           Nyamuk sering dianggap sebagai makhluk hidup yang biasa dan tidak penting. Namun, ternyata nyamuk itu sangat berarti untuk diteliti dan dipikirkan sebab di dalamnya terdapat tanda kebesaran Allah. Inilah sebabnya “Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu”.
 Seekor nyamuk jantan yang telah cukup dewasa untuk kawin akan menggunakan antenanya organ pendengar untuk menemukan nyamuk betina. Fungsi antena nyamuk jantan berbeda dengan antena nyamuk betina. Bulu tipis di ujung antenanya sangat peka terhadap suara yang dipancarkan nyamuk betina. Tepat di sebelah organ seksual nyamuk jantan, terdapat anggota tubuh yang membantunya mencengkeram nyamuk betina ketika mereka melakukan perkawinan di udara. Nyamuk jantan terbang berkelompok, sehingga terlihat seperti awan. Ketika seekor betina memasuki kelompok tersebut, nyamuk jantan yang berhasil mencengkeram nyamuk betina akan melakukan perkawinan dengannya selama penerbangan. Perkawinan tidak berlangsung lama dan nyamuk jantan akan kembali ke kelompoknya setelah perkawinan. Sejak saat itu, nyamuk betina memerlukan darah untuk perkembangan telurnya.


Perjalanan Luar Biasa Sang Nyamuk


Pada umumnya, nyamuk dikenal sebagai pengisap dan pemakan darah. Hal ini ternyata tidak terlalu tepat, karena yang mengisap darah hanya nyamuk betina. Selain itu, nyamuk betina tidak membutuhkan darah untuk makan. Baik nyamuk jantan maupun betina hidup dari nektar bunga. Nyamuk betina mengisap darah hanya karena ia membutuhkan protein dalam darah untuk membantu telurnya berkembang. Dengan kata lain, nyamuk betina mengisap darah hanya untuk memelihara kelangsungan spesiesnya.
Proses perkembangan nyamuk merupakan salah satu aspek yang paling mengesankan dan mengagumkan. Berikut ini adalah kisah singkat tentang transformasi makhluk hidup dari seekor larva renik melalui beberapa tahap menjadi seekor nyamuk:
          Telur nyamuk, yang berkembang dengan diberi makan darah, ditelurkan nyamuk betina di atas daun lembap atau kolam kering selama musim panas atau musim gugur. Sebelumnya, si induk memeriksa permukaan tanah secara menyeluruh dengan reseptor halus di bawah perutnya. Setelah menemukan tempat yang cocok, ia mulai bertelur. Telur-telur tersebut panjangnya kurang dari satu milimeter, tersusun dalam satu baris, secara berkelompok atau satu-satu. Beberapa spesies bertelur dalam bentuk tertentu, saling menempel sehingga menyerupai sampan. Sebagian kelompok telur ini bisa terdiri atas 300 telur.
Telur-telur berwarna putih yang disusun rapi ini segera menjadi gelap warnanya, lalu menghitam dalam beberapa jam. Warna hitam ini memberikan perlindungan bagi larva, agar tak terlihat oleh burung atau serangga lain. Selain telur, warna kulit sebagian larva juga berubah sesuai dengan lingkungan, sehingga mereka lebih terlindungi.
Larva berubah warna dengan memanfaatkan faktor-faktor tertentu melalui berbagai proses kimia rumit. Jelaslah, telur, larva, ataupun induk nyamuk tersebut tidak mengetahui proses-proses di balik perubahan warna dalam tahap perkembangan nyamuk. Tidak mungkin ia bisa membuat sistem ini. dengan kemampuan sendiri. Tidak mungkin pula sistem ini terbentuk secara kebetulan. Nyamuk telah diciptakan dengan sistem ini sejak mereka pertama kali muncul.


Menetasnya Telur

 

Seusai masa inkubasi, larva-larva mulai keluar dari telur secara hampir bersamaan. Larva, yang terus-menerus makan, tumbuh dengan cepat. Kulit mereka segera menjadi sempit, sehingga mereka tidak bisa tumbuh lebih besar lagi. Ini berarti sudah tiba saatnya untuk pergantian kulit yang pertama. Pada tahap ini, kulit yang keras dan rapuh ini mudah pecah. Larva nyamuk berganti kulit dua kali lagi sampai selesai berkembang.

Metode makan larva pun menakjubkan. Larva membuat pusaran kecil di dalam air, dengan menggunakan dua anggota badan yang berbulu dan mirip kipas angin. Pusaran ini membuat bakteri atau mikroorganisme lainnya mengalir ke mulutnya. Sambil bergantung terjungkir di dalam air, larva bernapas melalui pipa udara yang mirip “snorkel” yang digunakan para penyelam. Tubuhnya mengeluarkan cairan kental yang mencegah masuknya air ke lubang yang digunakannya untuk bernapas. Singkatnya, makhluk hidup ini dapat bertahan hidup melalui banyak keseimbangan rumit yang berhubungan timbal-balik dan saling mempengaruhi. Jika tidak memiliki pipa udara, ia tidak akan mampu bertahan hidup. Jika tidak ada cairan kental, pipa pernapasannya akan dipenuhi air. Pembentukan dua sistem ini pada dua waktu yang berbeda akan menyebabkan kematian pada tahap ini. Ini menunjukkan bahwa keseluruhan sistem nyamuk tersebut itu utuh sejak awal. Dengan kata lain, ia telah diciptakan.
Larva berganti kulit sekali lagi. Pergantian yang terakhir ini agak berbeda dengan sebelumnya. Pada tahap ini, larva memasuki tahap pendewasaan terakhir, yaitu tahap kepompong. Kepompong yang mereka tempati menjadi sangat sempit. Ini berarti sudah tiba saatnya bagi larva untuk keluar dari kepompong. Makhluk yang keluar dari kepompong ini sedemikian berbeda, sehingga sulit dipercaya bahwa kedua wujud ini adalah dua fase perkembangan dari satu makhluk yang sama. Sebagaimana yang terlihat, proses perubahan ini terlalu rumit dan sulit untuk dirancang baik oleh larva ataupun nyamuk betina….
Selama tahap terakhir perkembangan ini, larva menghadapi bahaya terputusnya pernapasan, sebab lubang pernapasannya yang mencapai permukaan air melalui pipa udara akan tertutup. Sejak tahap ini, pernapasan nyamuk tidak lagi menggunakan lubang ini, tetapi melalui dua pipa yang baru saja muncul pada bagian depan tubuhnya. Oleh karena itulah, pipa-pipa ini tersembul di permukaan air sebelum pergantian kulit. Nyamuk dalam kepompong ini sekarang telah dewasa. Ia siap terbang, lengkap dengan semua organ dan organelnya, seperti antena, tubuh, kaki, dada, sayap, perut, dan matanya yang besar.
Kepompong tersebut tersobek di bagian atas. Bahaya terbesar pada tahap ini adalah bocornya air ke dalam kepompong. Akan tetapi, bagian atas kepompong yang tersobek ini ditutupi suatu cairan kental khusus, yang berfungsi melindungi kepala nyamuk dari sentuhan air. Ini saat yang sangat penting. Karena ia dapat jatuh ke air dan mati akibat tiupan angin, nyamuk harus memanjat ke atas air dan hanya kakinya yang boleh menyentuh permukaan air. Ia berhasil.
Bagaimana nyamuk pertama kali mendapatkan “kemampuan” bertransformasi seperti ini? Mungkinkah sebuah larva “memutuskan” untuk berubah menjadi seekor nyamuk setelah berganti kulit tiga kali? Tentu tidak! Sangatlah jelas bahwa makhluk hidup mungil ini, yang dijadikan perumpamaan oleh Allah, telah diciptakan sedemikian secara khusus.


Sistem Pernapasan

Dalam sistem pernapasannya, larva mengisap udara dengan menggunakan pipa berongga yang didorong ke atas permukaan air. Sementara itu, larva menggantung terjungkir di bawah air. Suatu cairan kental mencegah masuknya air ke lubang yang digunakan larva untuk bernapas.
Gnats during their pupal stages = Nyamuk dalam tahap kepompong
Ketika nyamuk keluar dari air, kepalanya tidak boleh menyentuh air sama sekali. Jika tidak bernapas satu saat saja, napasnya akan terputus. Angin sepoi atau riak kecil pada permukaan air pun dapat berakibat fatal bagi nyamuk.


Bagaimana Nyamuk Mengindra Dunia Luar?

       Nyamuk dilengkapi dengan penerima panas yang sangat peka. Mereka mengindra segala sesuatu di sekitar mereka dalam berbagai warna menurut panasnya. Karena pengindraannya tidak bergantung pada cahaya, nyamuk sangat mudah menentukan letak pembuluh darah dalam ruangan yang gelap sekalipun. Penerima panas pada nyamuk cukup peka untuk mendeteksi perbedaan suhu hingga sekecil 1/1000°C.


Teknik Mengisap Darah Yang Menakjubkan


Teknik nyamuk untuk mengisap darah ini bergantung pada sistem kompleks yang mengatur kerja sama antara berbagai struktur yang sangat terperinci.
Setelah mendarat pada sasaran, mula-mula nyamuk mendeteksi sebuah titik dengan bibir pada belalainya. Sengat nyamuk yang mirip alat suntik ini dilindungi bungkus khusus yang membuka selama proses pengisapan darah.
Tidak seperti anggapan orang, nyamuk tidak menusuk kulit dengan cara menghunjamkan belalainya dengan tekanan. Di sini, tugas utama dilakukan oleh rahang atas yang setajam pisau dan rahang bawah yang memiliki gigi yang membengkok ke belakang. Nyamuk menggerakkan rahang bawah maju-mundur seperti gergaji dan mengiris kulit dengan bantuan rahang atas. Ketika sengat diselipkan melalui irisan pada kulit ini dan mencapai pembuluh darah, proses pengeboran berakhir. Sekarang waktunya nyamuk mengisap darah.
Namun, sebagaimana kita ketahui, luka seringan apa pun pada pembuluh darah akan menyebabkan tubuh manusia mengeluarkan enzim yang membekukan darah dan menghentikan kebocoran. Enzim ini tentunya menjadi masalah bagi nyamuk, sebab tubuh manusia juga akan segera bereaksi membekukan darah pada lubang yang dibuat nyamuk dan menutup luka tersebut. Artinya, nyamuk tidak akan bisa mengisap darah lagi.
Akan tetapi, masalah ini dapat diatasi. Sebelum mulai mengisap darah, ia menyuntikkan cairan khusus dari tubuhnya ke dalam irisan yang telah terbuka. Cairan ini menetralkan enzim pembeku darah. Maka, nyamuk dapat mengisap darah yang ia butuhkan tanpa terjadi pembekuan darah. Rasa gatal dan bengkak pada titik yang digigit nyamuk diakibatkan oleh cairan pencegah pembekuan darah ini.
Ini tentulah sebuah proses yang luar biasa dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan berikut:
1.    Bagaimana nyamuk tahu dalam tubuh manusia ada enzim pembeku?
2. Untuk memproduksi cairan penetral enzim tersebut, nyamuk perlu mengetahui struktur kimianya. Bagaimana ini bisa terjadi?
3. Andaipun entah bagaimana nyamuk mendapatkan pengetahuan itu (!), bagaimana ia memproduksi cairan tersebut dalam tubuhnya sendiri dan membuat “rantai teknis” yang dibutuhkan untuk mentransfer cairan tersebut ke belalainya?
Jawaban semua pertanyaan ini telah jelas: tidak mungkin nyamuk bisa melakukan semua hal di atas. Ia tidak pula memiliki akal, ilmu kimia, ataupun lingkungan “laboratorium” yang diperlukan untuk memproduksi cairan tersebut. Yang kita bicarakan adalah seekor nyamuk yang hanya beberapa milimeter panjangnya, tanpa akal ataupun kecerdasan, itu saja!
Jelaslah bahwa Allah, Tuhan dari langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada di dalamnya, telah menciptakan nyamuk dan manusia, dan memberikan kemampuan-kemampuan luar biasa dan menakjubkan tersebut kepada nyamuk.

“Segala sesuatu yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahabesar, Maha Bijaksana. Kekuasaan dari langit dan bumi adalah miliknya. Ia memberikan hidup dan menjadikan mati. Ia memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.” (QS. Al Hadid: 1-2)

“Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia,” kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. An-Nahl: 68-69)

Sumber: Dikutip dari Buku "Menyingkap Rahasia Alam Semesta" oleh Harun Yahya

Free EBook Tips Cantik Natural

download[4]
EBook Tips Cantik Natural

Saturday, February 17, 2018

C'est La Vie ~ That's Life

Berikut  beberapa kalimat yang terpikirkan kemudian terangkai dan tertuang sebagai sebuah tulisan:
"Terkadang ada alasan yang tidak dapat diungkapkan hanya untuk tidak memperburuk keadaan."
“Dalam hidup ini, ada yang tak perlu dihampiri namun hanya perlu dilewati.”
“Keindahan yang sesungguhnya hanya bisa dilihat menggunakan mata hati.” 
“Jika hatimu resah atas apa yang kau lakukan, itu artinya yang kau lakukan salah.” 
“Tidak mendengarkan kata hati seringkali berakhir dengan penyesalan.” 
“Kamu harus siap jika suatu saat roda kehidupanmu berada diatas maupun dibawah, tapi jangan pernah siap untuk menjadi orang bodoh.” -Petuah Ayah Tercinta-
“Ada air mata kesedihan ada pula air mata kebahagiaan, ada senyum kebahagiaan ada pula senyum keikhlasan.” 
“Bahkan dalam cerita dongeng (Fairy Tales) sekalipun, ada saja kesulitan yang harus dilewati sebelum berakhir bahagia, and Live Happily Ever After.” 
“Dalam hidup ini, ketika ada yang tak mampu kau lihat dengan matamu maka gunakanlah mata hatimu.” 
“Yang kau pikir salah belum tentu salah dan yang kau pikir benar belum tentu benar, karena terkadang yang terlihat tak seperti yang terlihat.” 
“Salah satu momen terbaik dalam hidup adalah ketika ayah dan ibu mengenang dan menceritakan masa kecilmu dengan senyuman yang terukir di wajahnya.”
“Tak semua yang kau harapkan bisa kau dapatkan, tak semua yang kau dapatkan adalah yang kau harapkan. Namun dengan bersyukur, apapun yg kau dapatkan akan membawamu pada kebahagiaan.”
“Kecewa bukan berarti marah, terkadang ia adalah sebuah ungkapan agar kau menyadari kesalahan dan tak pernah mengulanginya lagi.” 
“Yang tahu belum tentu mengerti, yang mengerti sudah pasti tahu.”
“Hal tersulit itu bukanlah memotivasi dan menasihati orang lain, tetapi dirimu sendiri.”
“Berbincang-bincang sejenak dengan keluarga di sela-sela kesibukan merupakan momen berharga yang sering terlewatkan.”
“Menyerah tak pernah menjadi keharusan, melainkan sebuah pilihan.” 
“Seringkali membiarkan waktu terbuang sia-sia, hingga suatu saat waktu terhenti sebelum sempat berbuat apa-apa.”
“Hati-hati dengan hati, karena ia mudah tersakiti.” 
“Mengalah bukan berarti kalah, terkadang hanya tak ingin menambah masalah.
“Hidup ini seperti PEMILU, pilihanmu menentukan masa depanmu. Jika kau salah memilih maka rusaklah masa depanmu.” -zahlul017-
“Tidak perlu menjadi yang terbaik untuk berbuat baik.”
"Jangan tentukan syarat untuk sebuah kebahagiaan. Hargai hidup dan waktumu dengan menikmati setiap skenario kehidupan. Karena usia terus berkurang tak bisa terhalang dan waktu terus berlalu tak bisa terulang." ~Eva Maulia, 2023

Friday, February 2, 2018

Renungan #3

Salah seorang cendekiawan berkata: “Apabila orang-orang sibuk dengan 6 hal, maka kamu harus sibuk dengan 6 hal, yaitu:

1. Apabila orang-orang sibuk dengan memperbanyak amal, maka hendaknya kamu sibuk dengan amal yang baik dan sempurna.

2. Apabila orang-orang sibuk dengan mengerjakan yang sunnah, maka hendaknya kamu sibuk dengan menyempurnakan yang wajib.

3. Apabila orang-orang sibuk dengan memperbaiki yang nampak, maka hendaknya kamu sibuk dengan memperbaiki batin.

4. Apabila orang-orang sibuk dengan menyelidiki aib orang lain, maka hendaknya kamu sibuk dengan menyelidiki aib sendiri.

5. Apabila orang-orang sibuk dengan membangun dunia, maka hendaknya kamu sibuk dengan membangun akhirat.

6. Apabila orang-orang sibuk dengan mencari keridhaan makhluk, maka hendaknya kamu sibuk dengan mencari keridhaan Allah Ta'ala” .

Sumber: Kitab Tanbihul Ghafilin (Peringatan Bagi Orang-orang yang Lupa) oleh Abu Laits As Samarqandi.

Renungan #2

Al Faqih berkata: “Barang siapa yang duduk dengan 8 kelompok orang maka Allah akan menambah kepadanya 8 sifat, yaitu:

1. Siapa yang duduk bersama dengan orang kaya, akan bertambah cintanya terhadap dunia.

2. Siapa yang duduk bersama dengan orang miskin, akan bertambah syukur dan ridha atas pemberian Allah kepadanya.

3. Siapa yang duduk bersama dengan para penguasa, akan bertambah kesombongan dan kekerasan hatinya.

4. Siapa yang duduk bersama dengan orang perempuan, akan bertambah kebodohan, keinginan dan kecenderungan untuk mengikuti kemauannya.

5. Siapa yang duduk bersama dengan anak-anak, akan bertambah mainan dan senda guraunya.

6. Siapa yang duduk bersama dengan orang fasik, akan bertambah kemauannya untuk melakukan perbuatan dosa dan maksiat serta menunda-nunda taubat.

7. Siapa yang duduk bersama dengan orang shalih, akan bertambah kemauannya untuk senantiasa meningkatkan ibadah dan menjauhi segala yang haram.

8. Siapa yang duduk bersama dengan ulama, akan bertambah ilmu dan kearifannya”.

Sumber: Kitab Tanbihul Ghafilin (Peringatan Bagi Orang-orang yang Lupa) oleh Abu Laits As Samarqandi.

Renungan #1

Abdullah bin Mas'ud ra. meriwayatkan bahwasanya ia berkata: “Perumpamaan kawan yang baik adalah seperti orang yang membawa minyak wangi, di mana meskipun ia tidak memberi minyak wangi itu kepadamu niscaya kamu akan mendapatkan baunya yang harum. Sedangkan Perumpamaan kawan yang jahat adalah seperti tukang pandai besi, di mana bila ia tidak membakar bajumu maka kamu akan kena asap apinya”.

Sumber: Kitab Tanbihul Ghafilin (Peringatan Bagi Orang-orang yang Lupa) oleh Abu Laits As Samarqandi.

 

MY LIFE STORIES Template by Ipietoon Cute Blog Design and Homestay Bukit Gambang